Author: muhammad yasin

Ini Kartuku, mana Kartumu ?

Komunitas Tangan Di Atas (TDA) wilayah Bandung sukses mengadakan kegiatan sosial bertemakan TDA Bandung Berbagi yang melibatkan lebih dari 200 anak yatim pada jumat 12 Agustus kemarin. Pada kesempatan yang sama TDA Bandung menyerahkan kartu TDA kepada para anggotanya yang telah melakukan pendaftaran ulang gelombang pertama melalui formulir yang telah disediakan. Anggota TDA Bandung yang telah mendapatkan kartu TDA tersebut, maka secara resmi bergabung dengan keluarga besar TDA. Melihat Kartu TDA, maka warna biru mendominasi kartu ini. Di depannya terdapat simbol dua tangan yang menggambarkan fisosofi tangan di atas dan tangan di bawah. Di sampingnya tertera pula cap Registered Member. Setiap kartu memiliki nomor yang berbeda-beda. Fungsi kartu ini seperti yang tertera pada tulisan di belakangnya, adalah kartu anggota komunitas bisnis Tangan Di Atas dan tidak dapat digunakan sebagai alat pembayaran. Kartu TDA ini juga tidak dapat dipindahtangankan kepada pihak lain. Fungsi lainnya setiap pemegang kartu akan banyak menikmati program khusus member TDA di beberapa merchant TDA, bertanda khusus di seluruh Indonesia. Yuk segera bergabung.. Informasi pendaftaran ulang...

Read More

TDA Bandung Berbagi Bersama Yatim dan Dhuafa

Alhamdulillah, Komunitas Tangan Di Atas (TDA) wilayah Bandung telah menggelar kegiatan sosial dengan tema TDA Berbagai Bersama Anak Yatim dan Dhuafa. Kegiatan sosial ini diselenggarakan atas kerjasama TDA Bandung dengan Sekar Telkom dan mengambil tempat di ruang Infokom lantai 8 Gedung Telkom, jalan Japati No 1 Kota Bandung pada hari Jumat(12/8). Kurang lebih ada 200 anak yatim dan dhuafa turut hadir dalam kegiatan tersebut. Mereka berasal dari 10 yayasan, diantaranya Panti Yatim Indonesia (PYI), Lampu Indonesia, Dar Aulad, Ruhama, MT Matakamu, Panti Yatim dan Dhuafa Infinitum, Panti Yatim Al Kautsar, Panti Yatim Dar Ar Tarbiyah, Yayasan Alhidayah dan Yayasan Al Qalam. Para anak didik dari berbagai yayasan tersebut tampak antusias mengikuti beragam acara yang disusun oleh tim kreatif TDA Bandung. Mereka juga tampak rapih dengan berseragam kaos berwarna orange dan bertuliskan Tangan Di Atas Lebih Mulia, Maka jadilah Pengusaha. Mereka dihibur dengan nasyid dari Mupla, permainan edukatif dari @Kummara serta pencerahan motivasi kewirausahaan dari Bang Jay @jayteroris . Selanjutnya acara diakhiri dengan pembagian 200 paket kepada 200 anak yatim serta buka bersama. Paket ini merupakan bukti kepedulian para anggota TDA Bandung agar anak-anak yang tidak mampu  dapat merasakan kebahagiaan pada bulan Ramadhan...

Read More

BEF TDA “Bangkit Dari Kegagalan”

Komunitas @tdabandung kembali sukses mengadakan Bandung Entrepreneur Forum (BEF) untuk edisi bulan Juni 2011 dengan tema “Bangkit dari kegagalan” yang dilaksanakan pada Ahad 19 Juni 2011. Acara BEF kali ini berbeda dari acara BEF sebelumnya. Perbedaanya terletak pada tempat pelaksanaanya yang mengambil lokasi baru di gedung community Harian Umum @pikiran_rakyat (PR) jalan Asia Afrika no 77 Bandung. Puluhan peserta yang hadir tampak menikmati suasana gedung yang berarsitektur lama dengan pemandangan langsung mengarah ke jalan Asia Afrika dan Savoy Homann, hotel dengan arsitektur art deco di Bandung yang sudah dibangun sejak tahun 1888. Sayang sekali, semakin siang suara bising kendaraan sesekali terdengar mengganggu konsentrasi. Riza Zacharias, pemilik SYGMA Publishing sebagai pemateri awal memaparkan kisah-kisahnya dimana ia pernah mengalami keterpurukan di dalam menjalankan bisnisnya. Salah satunya pernah terjadi pada awal tahun 2007 atau sekitar bulan Februari dan Maret. Banjir besar saat itu terus melanda Jakarta, kota dengan pesanan terbesar buku-buku dan Alquran percetakannya. Akibatnya omsetnya menurun drastis hingga menyisakan antara 30-20 % saja. Disaat yang bersamaan ia harus membayar utang ke bank konvensional sejumlah 250 juta ditambah ia harus membayar gaji seluruh karyawannya juga membayar tagihan ke beberapa suplier. “Uang kita habis. Saya meminta ke Bank supaya ditunda. Saya janji akan bayar bulan depan. Mereka ternyata tidak mau kompromi. Saya bilang ke mereka, bukannya tidak mau bayar, ini kan musibah. Kita mendesak mereka, ternyata ga bisa. Mereka terus menagih. Akhirnya kita...

Read More

Komunitas Pengusaha di Bandung Berkomitmen BeliIndonesia

Ratusan pengusaha di Bandung yang tergabung dalam komunitas IIBF (Indonesian Islamic Bisnis Forum), TDA (Tangan diatas), IYEA (Indonesian Young Entrepreneur Assosiation)  dan lainnya membubuhkan tandatangannya sebagai bentuk komitmen untuk gencar membeli produk lokal Indonesia di atas banner bertuliskan Komitmen Beli Indonesia. Komitmen tersebut lahir dalam Kongres Kebangkitan Ekonomi Indonesia (KKEI) yang digelar Sabtu (04/06) pukul 08.00 sampai 12.00 di ruang Infokom Gedung Telkom Jalan Cijapati, Bandung. Empat pembicara dihadirkan dalam kongres tersebut diantaranya Wawan Ridwan sebagai Asisten Daerah II Jawa Barat yang mewakili Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan. Edi Kurnia sebagai Head Of Corporate Communication and General Affairs PT Telkom, Husen Al Banjari sebagai tokoh Jawabarat dan Ir Heppy Trenggono Penggagas Gerakan Beli Indonesia. Heppy Trenggono sebagai penggagas “Beli Indonesia” kembali menegaskan bahwa Indonesia adalah bangsa yang besar, bangsa dengan penduduk terbesar keempat didunia. Tapi kenapa masyarakat Indonesia ini miskin. Jawabannya karena hari ini bangsa indonesia tidak yakin dan menyadari bahwa dirinya adalah bangsa yang besar. Saat ini penduduk Indonesia dikepung oleh produuk-produk yang datang dari luar negeri mulai dari makanan, minuman, peralatan mandi sampai pakaian. Heppy mencontohkan pasar mineral di Indonesia dikuasai oleh produk asing sampai 93 %.  Dan salah satu produknya bisa menghasilkan 10.000 triliun rupiah pertahunnya. “Coba lihat di sekeliling kita, semuanya didominasi produk asing, Banyak orang mengatakan aku cinta produk indonesia, tapi yang dilakukannya memborong produk dari luar negeri, termasuk produk yang seharusnya kita miliki....

Read More

Kupas Bisnis Kuliner, Edisi Perdana FGD TDA Bandung, Mantap

Ahad 22 Mei 2011 merupakan edisi perdana Komunitas Tangan Diatas (TDA) Bandung mengadakan program terbarunya dibawah divisi Reedukasi Bisnis yaitu program Forum Group Discussion (FGD) TDA Bandung. Acara FGD TDA Bandung berlangsung di CafeS28 Jalan Sulanjana No 28 Bandung dengan tema “Kupas Tuntas Bisnis Kuliner”. Narasumber pada edisi pedana ini diisi oleh Andri Juwandi pemilik Tahupop, tahu gaul pertama di Indonesia dengan dipandu oleh Riza Hidayatsyah dari divisi Reedukasi Bisnis. Andri menuturkan awal ia berbisnis Tahupop dimulai awal tahun 2009. Namun yang menarik di sini, Andri Juwandi berani merombak tradisi tahu sumedang yang sudah turun temurun menjadi kreasi yang unik. Biasanya tahu sumedang mempunyai ciri khas ngaburintik, kecoklat-cokelatan dengan wadahnya yang khas bernama bongsang. Tapi ditangan Andri tahu sumedang memiliki citarasa lainnya seperti rasa, barbeque, keju, pizza, udang pedas, jagung bakar pedas, ayam bawang, sambal balado, sapi lada hitam, kari ayam, rendang sapi ditambah kemasan yang modern. Keunikan inilah yang kemudian tahu sumedang buatan Andri dijuluki Tahu Gaul dengan nama Tahupop. Saat ini sudah belasan outlet tahupop tersebar di Indonesia dengan konsep kemitraan. Ide unik dari Andri Juwandi ini mengingatkan kita pada Kiki Gumelar pemilik Chocodot (Cokelat With Dodol Garut) yang beberapa waktu lalu pernah diundang oleh TDA Bandung. Kiki dengan ide dahsyatnya akhirnya berani mengubah dodol, makanan khas turun temurun, menjadi kreasi unik dengan beragam rasa. Diakhir pemaparan terjadi diskusi yang sangat interaktif antara peserta dengan narasumber. Pertanyaan...

Read More