Author: M Yusuf Adiwiyarso

Leader as a Coach

Hari Jumat kemarin, 1 Oktober 2013, KMB kembali digelar. Ini adalah pertemuan ketiga dengan Pak Fauzi Rahmanto sebagai pematerinya. Kalau dipertemuan sebelumnya peserta diberi materi mengenai kepemimpinan, maka di pertemuan kemarin peserta belajar menjadi Coach. Wow..menarik bukan?!   Mengapa keahlian coaching penting? Pada awal tahun 2012, dunia dikejutkan oleh pengumuman bangkrutnya Kodak, sebuah perusahaan yang pernah sangat berjaya di industri kamera & film. Menurut para ahli, kejatuhan Kodak disebabkan oleh kultur perusahaan yang terlalu sentralistis: semua keputusan dan arahan harus datang dari pusat. Ibarat kereta api, sistem seperti ini tak ubahnya seperti model kereta lama: lokomotif bergerak maju sementara gerbong-gerbong dibelakangnya tinggal ngikut aja. Saya yakin teman-teman sering menemui kondisi semacam ini di perusahaan teman-teman. Sebagai pebisnis, tentu akan sangat melelahkan apabila anak buah kita sangat tergantung ke kita untuk bergerak ataupun mengambil keputusan. Idealnya, kita ingin punya anak buah yang penuh inisiatif dan apabila menemui masalah bisa mencari solusi sendiri untuk menyelesaikan masalah yang muncul. Model sistem seperti ini adalah ibarat kereta super cepat, dimana masing-masing gerbong juga memberikan dorongan untuk maju. Bagaimana supaya anak buah kita bisa bergerak sendiri tanpa harus banyak campur tangan kita sebagai leader? Jawabannya adalah dengan coaching. Sebagai pemimpin, kita perlu membiasakan untuk memberikan coaching, supaya anak buah kita terbiasa untuk berpikir dan bertindak secara mandiri.   Serunya latihan coaching di KMB Bandung Nah, di KMB kemarin, setelah memberikan teori dan latar belakang...

Read More

TDA Berbagi di Kampung Gunung Kasur

Siang itu matahari begitu terik. Deretan panjang kendaraan bermotor yang merayap sejak 500 meter sebelum alun-alun membuat udara semakin panas. Macet dan gerah. Sebuah pemandangan yang lazim di Bandung dikala weekend. Tapi itu semua tak menyurutkan langkah para pendekar untuk berkumpul di Masjid Raya Ujungberung yang terletak di seberang alun-alun. Hari itu memang spesial. Para pendekar dari berbagai pelosok negeri—Bandung, Garut, Bekasi—sengaja berkumpul untuk sebuah misi. Selepas sholat Dzuhur, para pendekar mulai berbenah mempersiapkan diri. Tak berapa lama kemudian, iring-iringan kendaraan yang mengangkut mereka beserta amunisi mulai bergerak menyusuri jalan,menjauhi perkotaan. Kira-kira setengah jam perjalanan, sesuatu yang asing mulai...

Read More