Masih teringat entah berapa bulan yg lalu, setelah beres prosesi MM MERDEKA, obrolan pun dilanjutkan membicarakan TDA Bandung. Ada sebuah semangat untuk menggairahkan kembali aktivitas TDA Bandung yg saat itu masih sepi. Akhirnya kami (member MM MERDEKA) sepakat untuk menggerakkan kembali TDA Bandung Forum, dan untuk itu, kami minta izin Pak fauzi untuk ngurusinnya. Gayung bersambut, Pak fauzi pun mengizinkan. Lalu dimulailah TDA Bandung Forum, yang saya sudah gak inget entah bulan apa (maklum pengusaha pemula, sering lupa).

Harusnya TDA Bandung Forum diagendakan bulanan, namun tidak terlaksana, krn banyak kesibukan masing-masing. Lalu, entah di bulan apa, kamu berkumpul lagi untuk merancang Forum berikutnya. Dari hasil diskusi, tercetuslah ide untuk memberi nama baru buat forum itu. Nama ini diharapkan memiliki cakupan yang lebih luas, dan membuka diri untuk dihadiri oleh komunitas wirausaha lainnya di Kota Bandung. Entah siapa yang mengusulkan (lagi-lagi lupa alias “poho”), muncullah nama “Bandung Entrepreneur Forum” (BEF), dengan nama baru ini kami ingin keluar dari sekat-sekat komunitas yang ada dan idealisme kami adalah BEF menjadi tempat berkumpulnya entrepreneur Bandung dari berbagai komunitas.Walaupun penyelenggaranya tetap TDA Bandung.

Awal penyelenggaraan BEF memang cukup berat, peserta yang hadir paling sekitar 20-30 orang, selain itu konsistensi menjadikan BEF sebagai event bulanan juga cukup berat dilaksanakan. Namun demi sebuah idealisme dan cita-cita besar menebarkan Epos, kami yang merupakan pengusaha yang baru “lelengkah halu” , bertekad menebar Epos sebanyak-banyaknya (ya, karena menebar uang mah belum mampu, hehehe…). Maka walau respon kurang, peserta sedikit, namun konsistensi terus diusung.

Akhirnya, jawaban dari Tuhan pun datang, secara bertahap BEF terus berkembang menjadi seperti sekarang, dari cuma 20 peserta, meningkat jadi 30, 40, 50, 80, 100 hingga yang terakhir 250 orang. Inilah buah dari semangat epos yang selalu kami coba tanamkan dalam hati masing-masing. Dukungan dari para senior TDA Bandung pun mengalir deras, membuat kami lebih bersemangat menggelar BEF, kami mencoba tidak menggunakan “Tenaga Sisa” , namun selalu “Menyisakan Tenaga” untuk menggelar BEF secara maksimal. Tidak terbayang sedikit pun meraih profit secara materi lewat BEF ini, dan ternyata pemberian Allah SWT lebih dari sekedar materi. Bisa bershilaturahmi dengan tokoh-tokoh hebat adalah lebih berharga daripada sekedar materi. Ada Kang Fiki Satari (Koordinator Kickfest), Ibu Inna Cookies, bahkan tokoh nasional seperti Pak Badroni Yuzirman pun berkenan hadir. Hingga seorang Nukman Luthfi pun pernah hadir di BEF dan jadi pembicara dadakan. Yang spesial tentu saja Master Trainer Internasional, Jamil Azzaini, yang untuk ketiga kalinya berkenan hadir di event TDA Bandung. Pertama saat HBH TDA Bandung, sebagai peserta yang didaulat jadi pembicara, bahkan seolah jd pembicara utama. Kedua, menjadi tamu kehormatan di acara BEF Buka Bersama  yang sangat sederhana di Saung Kummara. Ketiga, Gelaran BEF terbesar di bulan januari ini. Sungguh lebih daripada sekedar materi.

Bagaimana BEF ke depan? Insya Allah bakal tambah besar lagi. Namun substansinya bukan pada jumlah peserta serta gembar-gembor besarnya BEF. Yang terpenting adalah semangat berbagi, semangat menggerakkan dunia wirausaha, serta semangat menyinergikan berbagai kekuatan komunitas wirausaha di Bandung. Dan selanjutnya kami harap semangat ini bisa terus menyebar hingga ke kota-kota lain (karena banyak peserta BEF dari luar kota).

From Bandung With Love, Share, And Friendly.

Be Entrepreneur, Be Hero.

Achmad Faisal