Komunitas @tdabandung kembali sukses mengadakan Bandung Entrepreneur Forum (BEF) untuk edisi bulan Juni 2011 dengan tema “Bangkit dari kegagalan” yang dilaksanakan pada Ahad 19 Juni 2011.

Acara BEF kali ini berbeda dari acara BEF sebelumnya. Perbedaanya terletak pada tempat pelaksanaanya yang mengambil lokasi baru di gedung community Harian Umum @pikiran_rakyat (PR) jalan Asia Afrika no 77 Bandung.

Puluhan peserta yang hadir tampak menikmati suasana gedung yang berarsitektur lama dengan pemandangan langsung mengarah ke jalan Asia Afrika dan Savoy Homann, hotel dengan arsitektur art deco di Bandung yang sudah dibangun sejak tahun 1888. Sayang sekali, semakin siang suara bising kendaraan sesekali terdengar mengganggu konsentrasi.

Riza Zacharias, pemilik SYGMA Publishing sebagai pemateri awal memaparkan kisah-kisahnya dimana ia pernah mengalami keterpurukan di dalam menjalankan bisnisnya.

Salah satunya pernah terjadi pada awal tahun 2007 atau sekitar bulan Februari dan Maret. Banjir besar saat itu terus melanda Jakarta, kota dengan pesanan terbesar buku-buku dan Alquran percetakannya. Akibatnya omsetnya menurun drastis hingga menyisakan antara 30-20 % saja.

Disaat yang bersamaan ia harus membayar utang ke bank konvensional sejumlah 250 juta ditambah ia harus membayar gaji seluruh karyawannya juga membayar tagihan ke beberapa suplier.

“Uang kita habis. Saya meminta ke Bank supaya ditunda. Saya janji akan bayar bulan depan. Mereka ternyata tidak mau kompromi. Saya bilang ke mereka, bukannya tidak mau bayar, ini kan musibah. Kita mendesak mereka, ternyata ga bisa. Mereka terus menagih. Akhirnya kita berdoa supaya dilepaskan dari beban utang ini,” kata Riza mengenang.

Bagi Riza, utang bisa membuat seseorang terpuruk atau justru sebaliknya membuat ia jadi kaya. Itulah prinsipnya. Sempat ia ditawari kemudahan dengan kartu kredit namun Riza menolak.

Suatu malam, temannya yang sudah puluhan tahun tak bertemu tiba-tiba menghubunginya dan memesan mushaf alquran sebanyak 3000 mushaf. Dan ia bersyukur karena stok yang tersendat di Jakarta memenuhi permintaan temannya tersebut. Alhamdulillah utang pun terbayar.

“Intinya yakinlah Anda terhadap rizki dari Allah SWT” kata Riza tegas.

Selanjutnya pematri kedua, Anto Pratikno, pemilik Indotelsat. Ia memulai kisah saat berkarir menjadi seorang karyawan sebuah perusahaan Data Komunikasi besar di Indonesia selama 15 tahun.

Ia menjadi tenaga lapangan hingga tenaga ahli penjualan.
Ia pun mengalami pahit dan getir serta tekanan-tekanan yang mengharuskannya memilih bebas berkarya atau bertahan seadanya.

“Merubah ketakutan akan gagal dan hancur jika keluar dari perusahaan membutuhkan waktu hampir 1 tahun yang pada akhirnya jadi nyata” kata Anto.

Do’a restu dari Ibunda tercinta serta dukungan orang-orang terkasih menjadi sumber energi yang terus membara baginya.

Modal uang pensiun yang hanya cukup untuk dua bulan habis dimanfaatkan untuk memperkuat semangat dan motivasi berbisnis melalui Oase Academy Entrepreneur dan Pillar Accelerator.

“Alhamdulillah, janji-Nya pasti dan sedikit-demi sedikit terwujud. Mulai dari laba bersih hanya 38 ribu sebulan hingga omzet 300 juta dalam waktu 5 bulan terbukti dengan bisnis yang mengandalkan kepercayaan dan tanpa modal sedikitpun,” kata Anto.

Anto memberikan beberapa tips kepada peserta agar tetap semangat dalam menghadapi “belum berhasil” nya bisnis yang dijalani yaitu
– Small, tahu proses
– Beautiful, buat mudah
– Multiply, lipat gandakan
– Ber-do’a dan ibadah
– Restu orang tua (Ibu), istri dan anak
– Berbagi
– Silaturahmi / Networking
– Kerjasama / Partnership
– Inovasi

Kedua kisah diatas kembali mengingatkan kita akan janji Allah dalam surat Al Insyirah ayat 5-6. “Sesungguhnya di balik kesulitan ada kemudahan” yang diulang dua kali.

Jadi Jangan Ragu, Ayo BANGKIT dari KEGAGALAN

(m.yasin)