Kawan,

Saat ini TDA Bandung sedang menggarap proyek sosial pembangunan Pesantren di pedalaman Kabupaten Bandung, tepatnya di kampung Legok Bedo Desa Cipelah, Rancabali Kabupaten Bandung. Sengaja kami pilih lokasi tersebut karena kami tersentuh oleh keikhlasan seorang pemuda bernama Agus Hasan. Usianya masih sangat muda: 25 tahun.

Oleh penduduk sekitar, beliau biasa dipanggil Ustadz Agus. Hati kami tersentuh karena sejak usia 22 tahun (sesaat setelah menikah), beliau rela meninggalkan kemeriahan masa muda dan kampung halamannya untuk mengabdi ke pedalaman yang jauh nan sepi.

Cipelah merupakan desa terpencil yang jauh dari hingar bingar perkotaan. Lokasinya terletak di ujung selatan Kabupaten Bandung dan berbatasan dengan Kabupaten Cianjur selatan. Menuju ke lokasi ini bisa menghabiskan waktu satu jam dari arah Ciwidey menggunakan kendaraan motor atau mobil.

Berbekal tabungan pribadi dan sumbangan dari Ayahnya, Ustadz Agus membeli lahan seluas 800m yang memang ditawarkan dengan harga murah oleh salah seorang warga disana; namun dengan satu syarat: pergunakan tanah ini untuk kebaikan, ajarkan masyarakat tentang Islam.

Begitulah sosok Ustadz Agus Hasan. Pemuda yang rela meninggalkan kota untuk mengabdi di pedalaman. Ia tidak hanya mengorbankan waktu mudanya tapi ia juga mengorbankan uangnya yang telah ia kumpulkan untuk membeli lahan dan membangun ‘peradaban’ di kampung terpencil itu.

Bahkan sebagian lahannya yang telah ia beli akan diwakafkan untuk membangun pesantren. Lokasinya persis di depan rumahnya. Karena persis di depan rumahnya maka setiap pagi ketika ke luar rumah ia selalu melihatnya. Ia membayangkan sebuah bangunan pesantren berdiri kokoh di depannya. Disana akan terdengar suara nyaring dari anak-anak yang mengaji dan menghafal Alquran setiap siang dan malam.

Kawan,

Pada akhirnya perjuangan dan impian beliau itulah yang menggetarkan hati kami. Setelah beberapa kali meninjau lokasi dan bersilaturahmi, kami putuskan untuk membantu mewujudkan impian beliau: membangun pesantren di Cipelah.

Tim Divisi Sosial TDA Bandung pun bergerak cepat untuk merealisasikan mimpi mulia tersebut. Denah dan rancangan bangunan telah dibuat. Dari situ muncullah angka 115 juta untuk anggaran biayanya. Alhamdulillah, saat ini kami berhasil mengumpulkan dana sebesar 50 juta. Masih kurang 65 juta lagi.

Melalui tulisan ini, kami ingin mengetuk pintu hati kawan-kawan sekalian untuk bisa kiranya mendonasikan sedikit rezekinya untuk kepentingan ini. Insyaallah, ini akan menjadi amal jariyah dan tabungan akherat kita semua.

Untuk informasi dan konfirmasi hubungi
Kang Iman di +62 81214521349
NoRek Sosial TDA Bandung
BCA – 7771509332 an. Hernawan Adi Wibowo