Rekan-Rekan,
Dulu ketika saya pertama kali masuk kampus, ada kegiatan orientasi yang diselenggarakan kakak kelas di urusan saya, yang biasa lazim dinamai ospek.
Peserta memanggil panitia ospeknya dengan panggilan “bos”. Bos mempunyai hukum tertulis yang dipatuhi oleh peserta ospek. Hukum tersebut terdiri dari dua pasal:
Pasal 1. Bos Selalu Benar

Pasal 2: Jika Bos Salah, Lihat Pasal 1.

Sampai dengan sekarang ini, hukum ini saya gunakan untuk introspeksi, apakah saya sudah menjadi atasan yang benar

Jika karyawan tidak mencapai target pekerjaan, biasanya bos menegur atau mengomel.., namun jika bos introspeksi, muncul pertanyaan-pertanyaan:
– apakah saya sudah mengajari dan memberikan training?

– apakah saya sudah memberikan gaji dan insentif yang layak agar bisa bekerja?

– apakah saya merekrut orang yang tepat di posisi yang tepat?

Ketika saya masih berkesempatan ber-KMB dengan Pak Fauzi (sebelum jadi Pak Presiden).. Pak Fauzi menyarankan mentee nya untuk menonton Hotel Hell di bbc knowledge, yang dibawakan oleh Gordon Ramsay, Diacara tersebut tugas Gordon adalah menyelamatkan hotel yang akan bangkrut, sesuai permintaan dari bos hotel tersebut, atau partner kerjanya..

Ironinya disemua episode hotel hell.. yang menyebabkan hotel tersebut mendekati bangkrut adalah sikap bosnya.. ada yang pasif agresif, ada yang demotivasi, ada yang  penuntut, ada yang Blame, Excuse, Denial. Sehingga tugasnya Gordon lebih banyaknya memperbaiki mental bos nya, ada yang bersedia, bahkan ada satu bos yang sampai mengusir Gordon, karena kegengsian si bos nya

kembali lagi, apakah kita sudah menjadi bos yang benar? Apakah kita hanya menjadi bos saja tanpa mempunyai skill leadership? Jika masih belum, yuk upgrade skill kita.., kalau menggunakan logatnya Pak Mario Teguh: “Jadilah Bos yang baik dan adil terhadap karyawan dan partner kerja anda, agar perahu anda tetap berjalan sesuai arah yang anda telah tentukan….”

*image source: information2share.wordpress.com