Masih teringat di benak kami, sore itu saat kami melakukan perjalanan menuju Kampung Datar Desa Margaluyu Pangalengan untuk melakukan survei distribusi kurban, kami menjumpai anak anak kecil sedang berjalan menyusuri jalan setapak. Saat kami bertanya hendak kemana pergi, mereka menjawab dengan semangat “Mau mengaji ke Puncak Mara”. Puncak Mara merupakan kampung di Desa Margahayu yang jaraknya dari kampung Datar bisa menghabiskan waktu 15 – 20 menitan oleh orang dewasa.

Meskipun jaraknya cukup jauh namun anak anak di Kampung Datar tetap semangat menimba ilmu di kampung tetangga. Semula kampung Datar memiliki masjid kecil bernama Al Mukmin. Masjid ini memiliki luas bangunan 10 meter persegi diatas tanah seluas15 Meter persegi. Kegiatan di masjid ini cukup ramai, selain digunakan untuk shalat juga digunakan untuk mengaji anak anak. Sayangnya karena masjid ini terbuat dari bilik dan kayu, semakin lama kondisinya mulai menua. Kerusakannya terlihat disana sini. Atapnya banyak berlubang. Dindingnya yang terbuat dari bilik dan penopangnya dari kayu mulai rapuh. Karena dikhawatirkan rubuh, akhirnya penduduk mengalihkan aktivitas pengajian anak anak ke kampung lain. Setelah aktivitas pengajian dipindahkan, masjid pun jarang difungsikan, hingga akhirnya masjid itu tidak terawat.

Tingkat ekonomi penduduk di Kampung Datar tergolong miskin mereka mayoritas buruh tani. Sehingga mereka pun kesulitan untuk menghimpun dana perbaikan masjid. Saat kami berbincang dengan penduduk setempat dan ketua RT tentang keinginan kami memperbaiki masjid Al Mukmin, mereka pun tampak antusias. Mereka berharap keinginan ini cepat terwujud sehingga anak anak mereka tidak perlu berjalan jauh ke desa tetangga. Sore menjelang malam saat mentari mulai terbenam di ufuk timur, kami pun meneruskan perjalanan pulang. Saat ditengah jalan kami kembali bertemu dengan anak anak yang pulang mengaji. Kami menyapanya dengan senyuman. Senyuman penuh arti yang mengisyaratkan semoga impian mereka untuk memiliki masjid, segera terwujud. Rekan rekan TDA Bandung, itulah pengalaman kami Divisi Sosial TDA Bandung, sewaktu melakukan survei distribusi kurban di Pangalengan Kabupaten Bandung beberapa waktu lalu. Tentu miris rasanya melihat kondisi masjid sebagai tempat ibadah dan aktivitas warga, menjadi rusak dan tidak terpakai di tengah semangatnya para warga membangun kampung mereka berasaskan nilai nilai spriritual. Sesuai dengan semangat komunitas kita, Bersama Menebar Rahmat, mari kita bantu mereka mewujudkan impian mereka. Pemberian berapa pun akan sangat berharga buat mereka. Dan jika kita himpun bersama-sama tentu akan menjadi besar. Masjid Almukimin di Kampung Datar Pangalengan ini insyallah akan menjadi masjid ketiga yang kita renovasi, sebelumnya ada Masjid Yadul Ulya di Gunung Kasur dan Masjid Baiturrahman di Rancamanyar Kab Bandung. Semoga tempat tempat ibadah yang telah bangun menjadi bekal kita nanti di akhirat. Aamiin.

Donasi bisa disalurkan melalui rekening bersama BCA 0860508567 a/n Ade Wahyudi/ Hernawan A W

Konfirmasi Transfer bisa melalui email ke

denikoerniawan@gmail.com

giginsaepudin@yahoo.co.id “

Hanya yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Hari kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah, maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS At-Taubah: 18) “Barangsiapa yang membangun masjid, maka Allah akan bangunkan baginya semisalnya di surga.” (HR. Bukhari, 450 dan Muslim, 533).

 

Salam Bakti, Gigin Saepudin (Koordinator departemen program khusus ) Deni Koerniawan (Divisi TDA Sosial)