Ndak tahu mengapa, pas saya ke toko buku, kok secara ndak sengaja saya tertarik pada buku fast track to success series. Ada beberapa seri dipasang berderet. Saat itu ada semacam magnet yang menarik saya untuk membuka satu persatu. Saya buka, bukunya Nampak seperti buku saku, lantas saya baca sekilas.

Kemudian, ndak tahu mengapa, saya jadi pengin membeli buku itu, 4 buku langsung saya borong. Saya adalah orang yang gandrung buku. Saya bisa menahan lapar dan keinginan beli baju dan sejenisnya, tapi kalau sudah lihat buku yang saya pandang bagus, langsung saya tak mampu menahan hasyrat untuk membelinya.

Dirumah, bertebaran buku, dua rak penuh, itupun saya tata dua sap, dan itupun belum cukup. Pernah ada pelanggan masuk rumah, pas dirumah bilang ke Istri menyatakan apakah saya juga buka toko buku selain produk garmen muslim. He he he, wah, ini mengasih inspirasi saya masuk dunia perbukuan, bukankah jika bisnis sesuai dengan passion dan hobi bisa menjadi dashyat hasilnya.

Selain baca buku, memang saya juga senang dengan dunia tulis menulis, ya setidaknya saya terus mencoba sharing lewat blog yang saya punya. Setidaknya, meskipun media sharing terpengaruh dengan haring di facebook dan twitter, saya masih menyempatkan satu-dua tulisan melalui blog sederhana saya.

Oiya, kelupaan.
Buku kecil itu saya lahap dalam dua harian, dan saya dikejutkan dengan asumsi-asumsi dasar yang cenderung saya lupakan. Barangkali terlalu banyak buku bisnis ayang dibaca, malah hal-hal dasar yang membuat bisnis berjalan terlupakan.

Seringkali sebagai pengusaha, kita terjebak kepada pelajaran bisnis kelas tinggi, padahal ada hal-hal simple yang seringkali terlupakan, dan ternyata disitulah sebenarnya jantungnya bisnis.

Baik, biar tidak berpanjang lebar, saya sharing jantung bisnis tersebut, tentu dengan ramuan pengalaman apa yang telah saya jalani sampai hari ini. Kenapa saya sharing artikel ini, karena artikel ini begitu pentingya, setidaknya buat saya, betapa seringkali kita lupa akan dasar bisnis sehingga banyak aktifitas yang kita bikin ternyata tidak berhubungan bahkan tidak berdampak bagi pertumbuhan bisnis kita. Mari kita telisik kembali, apakah bisnis kita memenuhi hal mendasar tentang bisnis sebagai berikut :

1. Menjual, Menjual, Menjual
Tidak ada urusan yang lebih penting dari bisnis Anda kecuali menjual. Menjual ibarat oksigen dalam kehidupan bisnis, tanpa ada aktifitas menjual maka bisnis Anda akan punah. Konsentrasikan segala daya upaya agar usaha Anda tetap dapat melakukan penjualan. Lakukan pejualan bahkan sebelum produk itu ada. Jangan sampai disibukkan hal-hal yang tidak terkait dengan aktifitas menjual. Bahkan, untuk tahap awal tidak masalah Anda menjual dengan tidak mendapat laba. Lakukan itu every thing, every time & every where.

2. Usahakan Agar Margin Tetap Besar
Agar arus kas aman, maka buatlah margin/keuntungan yang cukup. Dengan margin yang cukup, akan memudahkan Anda bergerak. Margin yang terlalu tipis maka bisa menyebabkan bisnis Anda riskan terhadap goncangan. Dalam bisnis selalu ada siklusnya, jadi saat panen, berlakulah hemat agar disaat paceklik Anda tetap bisa survive. Margin tipis dibolehkan sebagai sarana marketing sebagai upaya ekspansi pasar, tapi inipun harus selektif.

3. Mengurangi Biaya Umum
Jangan hanya cukup menjual, lakukan juga pengurangan biaya operasi. Laba didapat dari pendapatan dikurangi biaya. Jangan hanya konsentrasi pada peningkatan sales tapi juga berusahalah untuk tetap pada biaya optimal. Sedari awal tanamkan operasional yang minimalis, aktifitas yang tidak perlu dilakukan, tinggalkan. Barang yang tidak perlu dibeli, jangan dibeli. Tetap atur usaha dalam kondisi sangat efektif dan efisien. Dengan kondisi tersebut Anda memiliki imunitas dalam persaingan bisnis.

4. Layani Pelanggan Anda
Layani pelanggan dengan baik, karena cash lahir dari pelanggan. Cari pelanggan bari, buat pelanggan terus membeli, buat pelanggan menjadi setia dan akhirnya buat mereka menjadi advokat usaha kita. Jaga kepuasan mereka dan berikan value dengan cara memberikan nilai lebih akan produk yang kita jual. Jangan hit & run. Dunia bisnis ini sangat sempit, ketika kita melakukan hal tidak terpuji, yakinlah rezeki Anda akan menyempit. Pelanggan tidak pernah salah, begitu slogan yang sering kita dengarkan tentang betapa pelanggan adalah raja. Oleh karena itu, ciptakan kondisi win-win, dengan kondisi teresebut, yakinlah mereka akan kembali, dan kembali lagi.

5. Uruslah Staff Anda
Tidak kalah penting, bagaimana terus meningkatkan loyalitas dan skills karyawan, dengan semakin baik dukungan staff yang kita miliki maka akan semakin efektif mereka melayani pelanggan. Jadikan staf usaha sebagai sebuah keluarga dengan cara membina dan mengembangkan mereka. Staff adalah partner usaha.

6. Lindungi Laba Anda
Setelah mendapat Laba, amankan laba Anda. Lindungi bisnis Anda dari para pesaing, buat produk yang memiliki nilai lebih, promosi berkelanjutan dan investasi dana cadangan. Dengan demikian bisnis Anda akan bisa survive dalam segala cuaca. Jaga cash flow bisnis Anda.

7. Berubah atau Punah
Lakukan perbaikan terus menerus, jangan berpuas diri pada pencapaian yang ada, karena lingkungan selalu berubah. Jika kita tidak berubah, maka ingat bahwa sebenarnya bisnis kita menuju kepunahan. Ketika kita tetap dan tidak melakukan perubahan, sebenarnya kita berada dalam kemunduran, karena lingkungan bisnis terus berubah setiap detiknya yang berarti kebutuhan dan keinginan pelanggan juga berubah.

8. Bermain di Garis Batas
Pelajari aturan mainnya dalam bisnis yang digeluti, bermainlah tidak di mainstream bisnis tetapi bermainlah digaris batas, karena pada area itu, jarang sekali pemain. Jadi penting buat pebisnis untuk mengetahui area permainnannya dan mengambil porsi dimana para competitor gamang masuk dalam area bisnis Anda. Seringkali goal tercipta tidak dari tengah lapangan, akan tetapi dari garis pinggir lapangan. Jadi dengan kita bermain di garis batas, akan leluasa kita bermain karena kita menghindari kerumunan. Ciptakan perbedaan dalam bisnis Anda.

Selamat menerapkan prinsip dasar bisnis ini.
Salam sukses !

Amir Fauzi
http://amirfauzi.blogspot.com