Dulu disaat saya masih kuliah, Ada buku yang menarik perhatian saya, yang akhirnya saya baca, buku tentang kekuatan otak ‘bawah sadar’.. yaitu bagaimana mencapai keberhasilan dengan menggunakan otak ‘bawah sadar’

Kekuatan otak bagian ini luar biasa.. Otak ini mampu memprogram rencana kerja kita menjadi kenyataan, otak ini juga mampu mengantarkan kita ke puncak kesuksesan

menurut buku tersebut, selama ini manusia hanya menggunakan kekuatan otak maksimal 3persen dari total 100persen, seperti contoh Einstein, dikenal sebagai Bapak Fisika Modern Dunia. Penemuan-penemuannya yang merubah Dunia, dilakukan dengan menggunakan 3 persen kekuatan otak..

Manusia jarang menggunakan kekuatan otak sisanya 97persen, karena kekuatan otak ini terletak pada otak ‘bawah sadar’, seperti contoh Thomas Alfa Edison, ketika dalam proses menemukan sebuah lampu, Thomas Alfa Edison berhasil menggunakan sedikit bagian otak ‘bawah sadar’nya disaat proses eksperimen lampu,

Namun di artikel ini saya tidak menceritakan tentang bagaimana cara memaksimalkan kekuatan otak menjadi sukses, sebaliknya yaitu berhati-hatilah dengan kekuatan otak kita, kadang kita memprogram otak agar nasib kita buruk..

Kenapa saya mengangkat hal ini, karena saya sehari-hari sering melihat kawan2 secara tidak sadar menggunakan otak untuk memperpuruk nasibnya

Sebelum saya menjelaskan kenapa hal itu bisa terjadi.. perlu sedikit dipahami dulu tentang gelombang otak dan bahasa otak bawah sadar

Gelombang otak ada lima yaitu gamma, beta, alpha, tetha, delta, saya akan menjelaskan empat diantaranya:

Pertama, gelombang Beta, frekuensinya 12-40Hz adalah gelombang otak disaat kita dalam kondisi sadar, kita melakukan kegiatan sehari-hari pada gelombang Beta.. Di gelombang ini kita memakai ‘otak sadar’ kita untuk kegiatan sehari-hari, ketika beraktifitas, bekerja dan ketika memikirkan pekerjaan-pekerjaan yang harus diselesaikan

Kedua, gelombang alpha, frekuensinya 8-12Hz, adalah gelombang otak disaat kita setengah sadar, atau pada saat kita sadar dengan tubuh merasakan relaks, Biasanya disaat ketika melakukan relaksasi, atau disaat mengantuk, atau pada saat kita mulai akan tidur. Pada gelombang otak ini, adalah ambang otak di posisi ‘otak sadar’ dan ‘otak bawah sadar’.. Pada gelombang otak ini kita bisa mengakses memory yang tersimpan otak bawah sadar, kita juga bisa mengakses kekuatan otak untuk menemukan ide-ide kreatif dan berimajinasi.. Selain itu di gelombang otak ini, kita bisa memprogram dan menyimpan rencana-rencana besar yang ingin kita dicapai

Ketiga, gelombang tetha, frekuensinya 4-8Hz, adalah gelompang otak yang lebih rendah lagi, gelombang otak yang kondisi sudah berada di ‘otak bahwa sadar’.. Pada gelombang otak ini, biasanya terjadi ketika melakukan meditasi, atau ketika tidur ringan, tanda-tandanya adalah nafasnya menjadi lambat dan dalam..

Disaat kita tidur, ketika kita bermimpi, berarti otak dalam gelombang tetha.. Dibandingkan dengan gelombang Alpha, pada gelombang Tetha, kita mampu secara maksimal mengakses otak bawah sadar kita, kemampuan mengakses memory otak, berkreatifitas dan berimajinasi semakin tinggi

Keempat, gelombang delta 0-4Hz, adalah gelombang otak dengan frekuensi terendah.. gelombang otak ini terjadi ketika kita tidur terlelap, tanpa mimpi.. Biasanya gelombang otak ini terjadi ketika otak dan tubuh beristirahat.. Di fase ini terjadi perbaikan immune, regenerasi sel rusak pada tubuh kita.

Selain Gelombang otak yang saya jelaskan diatas, ada kelebihan yang menarik lainnya dari otak bawah sadar. Bahwa otak ‘bawah sadar’ hanya menerima dan memproses kalimat-kalimat yang: pertama kalimat positif, kedua kalimatnya pendek, dan ketiga ada kata ‘saya’ / ‘nama orang’

Kalimat positif adalah kalimat yang tidak menggunakan kata bantu negatif. Apabila ada kalimat yang mengandung kata bantu negatif, maka otak bawah sadar membuang kata bantu tersebut.

Contohnya ‘saya pasti jadi orang yang sukses 5 tahun lagi’.. maka otak bawah sadar akan merekam kalimat ini dan menjadi sebuah program untuk menuju kesuksesan. Contoh sebaliknya ‘saya tidak akan mengalami kegagalan selama 5 tahun kedepan’, maka otak bawah sadar hanya merekam kalimat ‘saya akan mengalami kegagalan selama 5 tahun kedepan’, dan membuat sebuah program dalam 5 tahun kedepan, akan dihadapkan dengan kegagalan-kegagalan

Di banyak buku cara-cara mendidik anak, kita pasti sering baca dan dengar, bahwa orang tua ketika berbicara dengan anaknya dianjurkan untuk menghindari kata bantu negatif, misalkan ketika anak nakal, orang tuanya tidak menyampaikan ‘anak bandel, jangan nakal’, sebaliknya ‘hei anak pintar, itu tidak baik’

Lalu otak ‘bawah sadar’ hanya mampu merekam kalimat-kalimat sederhana/pendek. Semakin panjang kalimat maka semakin otak ‘bawah sadar’ tidak mampu merekam.

Apabila kita ingin merekam sebuah kalimat dan menjadikan otak untuk memprogram rencana kita, pastikan pada kalimat yang diucapkan ada kata ‘saya’, atau ‘nama saya’.. ‘Saya pasti sukses 3 tahun lagi’

Itulah dua kelebihan otak kita, gelombang otak dan bahasa otak ‘bawah sadar’..

Contoh lainnya, Pelatihan tentara sering dilakukan pada malam hari, Anda pasti mulai bisa memahami, kenapa ada latihan fisik di malam hari? karena malam hari, kondisi otak mudah untuk mencapai gelombang, dan ketika gelombang alpha muncul, maka komandan dengan mudah memberikan sebuah kalimat doktrin-doktrin ketentaraan.. yang akhirnya doktrin tersebut tertanam di otak tentara dan membuat Tentara-tentara kita patuh terhadap aturannya, dan berani membela ketahanan Indonesia

Rekans.. setelah panjang lebar dijelaskan tentang kelebihan otak bawah sadar, yuk Kembali lagi ke bahasan artikel ini..

Dengan kekuatan otak ‘bawah sadar’, sering tidak disadari secara spontan kita mengeluarkan keluhan-keluhan, apalagi ketika kita mengeluh kita dalam kondisi relaks., Kalimat keluhan ini sudah pasti akan terekam di otak bawah sadar kita, dan setelah direkam, otak akan mengabulkan dan membuat program rencana nasib jelek kita..

Rekans, berhati-hatilah dalam berucap, karena ucapan kita adalah harimau kita.. Kita ditentukan oleh apa kata-kata yang sering kita ucapkan..

 

Ibrahim Mochamad