Penandatanganan Komitmen Beli IndonesiaRatusan pengusaha di Bandung yang tergabung dalam komunitas IIBF (Indonesian Islamic Bisnis Forum), TDA (Tangan diatas), IYEA (Indonesian Young Entrepreneur Assosiation)  dan lainnya membubuhkan tandatangannya sebagai bentuk komitmen untuk gencar membeli produk lokal Indonesia di atas banner bertuliskan Komitmen Beli Indonesia.

Komitmen tersebut lahir dalam Kongres Kebangkitan Ekonomi Indonesia (KKEI) yang digelar Sabtu (04/06) pukul 08.00 sampai 12.00 di ruang Infokom Gedung Telkom Jalan Cijapati, Bandung.

Empat pembicara dihadirkan dalam kongres tersebut diantaranya Wawan Ridwan sebagai Asisten Daerah II Jawa Barat yang mewakili Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan. Edi Kurnia sebagai Head Of Corporate Communication and General Affairs PT Telkom, Husen Al Banjari sebagai tokoh Jawabarat dan Ir Heppy Trenggono Penggagas Gerakan Beli Indonesia.

Pembicara Beli Indonesia

Heppy Trenggono sebagai penggagas “Beli Indonesia” kembali menegaskan bahwa Indonesia adalah bangsa yang besar, bangsa dengan penduduk terbesar keempat didunia. Tapi kenapa masyarakat Indonesia ini miskin. Jawabannya karena hari ini bangsa indonesia tidak yakin dan menyadari bahwa dirinya adalah bangsa yang besar.

Saat ini penduduk Indonesia dikepung oleh produuk-produk yang datang dari luar negeri mulai dari makanan, minuman, peralatan mandi sampai pakaian. Heppy mencontohkan pasar mineral di Indonesia dikuasai oleh produk asing sampai 93 %.  Dan salah satu produknya bisa menghasilkan 10.000 triliun rupiah pertahunnya.

“Coba lihat di sekeliling kita, semuanya didominasi produk asing, Banyak orang mengatakan aku cinta produk indonesia, tapi yang dilakukannya memborong produk dari luar negeri, termasuk produk yang seharusnya kita miliki. Pasti ada yang salah dengan kita, kemana produk kita,” kata Heppy.

Heppy menjelaskan bahwa produk yang ada di Indonesia ini ada 3 kategori.  Produk A, produk yang dibuat di indonesia dan dimiliki oleh bangsa Indonesia (produk indoneia). Kedua Produk B, produk yang dibuat indonesa tapi dimiliki oleh asing (produk asing), ketiga produk impor (produk asing),

“Prioritas pertama yang mesti kita beli adalah produk A, priorita skedua adalah produk A, prioritas ketiga adalah produk A, baru prioritas keempat B kalau produk A ga ada, prioritas kelima produk C kalau produk A dan B ga ada.” Kata Heppy.

Karena hari ini menurut Heppy produk indonesia dikuasai oleh produk C, kemudian disusul oleh produk B, setelah itu produk A yang timbul tenggelam setiap hari.

“Ternyata kita harus menguasai pasar, karena itulah yang diajarkan Rasul. Jadi bukan industrinya yang kita persoalkan, karena industri tidak bisa mendikte pasar, tapi pasar yang mendikte industri,  maka kita harus menciptakan pasar, kalau pasar ini kita kuasai maka industri akan tumbuh sendiri,” kata Heppy.

Oleh karena itu Beli Indonesia bukan konsep bisnis, tapi konsep karakter dan pembelaan harga diri terhadap masyarakat Indonesia.

Kongres kemudian diakhir dengan pembacaan komitmen Beli Indonesia secara bersamaan oleh peserta yang hadir dalam keadaan berdiri dan mengcungkan telunjuknya seraya berteriak.

Membeli Produk Indonesia

Bukan karena lebih baik, bukan karena lebih murah, tetapi karena milik bangsa sendiri.

Membela Bangsa Indonesia

Membela martabat bangsa, membela kejayaan bangsa

Menghidupkan semangat persaudaraan

Aku ada untuk kamu, kamu ada untuk aku, kita ada untuk saling tolong menolong

(myasin)