Rekan-rekan TDA Bandung beberapa waktu lalu TDA Bandung mengadakan Kurban Peduli di puncak Gunung Kasur, Desa Cipanjalu, Kabupaten Bandung.
Sepulang dari kegiatan tersebut ada keinginan dari kami untuk merenovasi satu-satunya masjid yang ada disana.
Kondisi masjid tersebut sudah menghawatirkan, atap-atapnya bocor dan lantainya masih sangat sederhana beralaskan karpet lusuh. Terutama saat hujan lebat mengguyur pegunungan ini, maka airnya akan menggenangi lantai masjid.
Nah saat acara BEF yang digelar kemarin di Alifa Moslem’s, kami membuka donasi untuk merenovasi masjid tersebut.
Insyaallah dalam waktu dekat kami akan berangkat lagi ke Gunung Kasur untuk menghitung dana yang dibutuhkan dalam merenovasi masjid tersebut.
Dimana sih Gunung Kasur? bagaimana kondisi geografinya? dan bagaimana kondisi penduduknya? silakan baca dibawah ini.
Kondisi Desa Cipanjalu Perkampungan Gunung Kasur. 
Perkampungan Gunung Kasur merupakan kawasan pegunungan yang diapit oleh pegunungan Manglayang di kota Bandung dan pegunungan Lembang di sebelah timur Bandung. Kawasan ini termasuk ke dalam pegunungan Palintang. Ketinggiannya mencapai 3010 kaki atau 918 meter.
Kawasan ini dapat di tempuh dari dua arah yaitu dari arah Ujung berung melintasi kecamatan Cilengkrang dan dari arah Lembang kawasan perbukitan Cibodas,dan Bukit Tunggul dengan jarak tempuh sekitar 5 jam dengan berjalan kaki, dan sekitar dua jam menggunakan kendaraan bermotor.
Vegetasi yang terdapat di pegunungan ini merupakan Vegetasi tropis pada umumnya, mulai dari tumbihan semak, perdu hingga tumbuhan pohon yang mencapai ketinggian lebih dari 15 meter. Pengelolaannya ada di bawah kekuasaan Perhutani Propinsi Jawa Barat.
Kawasan ini juga di jadikan kawasan perkebunan kina dan haramai yang merupakan bahan dasar dari kain katun. Pohon pinua dan eukaliptus pun menjadi salah satu jenis pohon yang mendominasi kawasan ini. Kawasan ini pun menjadi salah satu titik kawasan yang di jadikan pemasok air tanah yang di kelola oleh PDAM Jawa Barat.
Jika melintasi trek dari Ujung berung hingga ke Lembang, maka kita akan melewati sekitar 3 desa yang terpencil, yaitu desa palintang,desa Cipanjalu gunung kasur, dan desa bukit tunggul. Diantara ke tiga desa tersebut yang sangat terpencil adalah desa Cipanjalu Gunung Kasur.
Di desa ini kebanyakan mata pencaharian mereka adalah buruh di perkebunan kina yang statusnya hanya serabutan. Dan hanya ada 4 orang yang statusnya sudah tetap dengan gaji 800 ribu setiap bulannya.
Kondisi perkampungan ini sangat sederhana sekali. Rumah mereka panggung terbuat dari bilik-bilik. Mereka memanfaatkan kekayaan alam sekitar dalam memenuhi kebutuhan sehari-harinya.
Meskipun listrik sudah masuk ke perkampungan ini dua tahun yang lalu, tetap saja kondisinya masih sepi dan hening. Karena sebagian muda-mudinya memilih mengembara ke kota untuk mengais rizki lebih.
Di perkampungan ini tidak terdapat sekolah, mereka yang bersekolah harus menempuh jarak sekitar 4-5 KM untuk sampai ke lokasi sekolah di desa tetangga. Tapi untuk sarana ibadah di kampung ini tersedia satu masjid kecil yang sangat sederhana.
Secara rutin anak-anak diperkampungan ini menimba ilmu agama di masjid tersebut dengan ustadz yang didatangkan dari desa tetangga.
Kesederhanaan inilah yang membuat perkampungan ini tetap asri. Keheningan, ketenangan dan kedamaian sangat terasa sekali ketika menginjakan kaki ke perkampungan yang diapit oleh perbukitan ini.
Berikut kami sampaikan dana terakhir yang sudah terkumpul di Divisi sosial TDA Bandung
– 1.200.000 (dikumpulkan saat acara BEF dari pelelangan buku dan donasi langsung)
– 1.000.000 (Altaf Azfar)
– 1.000.000 ( Leny Puspadewi)
Donasi bisa melalui transfer Bank :
Mandiri 1300011762997 a.n. Muhammad Yasin
BCA 8100238277 a.n Muhammad Yasin
BSM 1887004416 a.n. Muhammad Yasin
Konfirmasi transfer sms 085222225111
Salam
Divisi Sosial TDA Bandung
AA Gyn