Tahun 2011 Masehi yang baru kita masuki, adalah tahun istimewa bagi para wirausaha dan mereka yang ingin memulai untuk menjadi wirausaha.

Jika semula Anda baru sebatas ingin memiliki usaha sendiri, maka di tahun ini adalah saat yang tepat untuk mewujudkan keinginan Anda tersebut. Sementara, bagi Anda yang sudah memulai usaha, tahun ini bisa menjadi momentum yang tepat untuk lebih meningkatkan usaha Anda.

Mengapa? Wah apakah ada faktor klenik terkait tahun 2011? Bukan.. Ini tidak ada urusan dengan klenik dan perhitungan-perhitungan irrasional. Tahun 2011 istimewa karena merupakan momen kulminasi beberapa kecenderungan positif yang sudah menggejala di periode sebelumnya.

Apa saja faktor yang membuat tahun ini menjadi luar biasa untuk memulai usaha?

Pertama. Momentum Kebangkitan

Tahun 2011 adalah era kebangkitan. Kebangkitan yang pertama adalah kebangkitan Konsumen. Diperkirakan tahun ini Gross Domestic Product (GDP) per Kapita Indonesia akan tembus angka USD 3.000. Arti sederhana dari angka ini adalah, rata-rata per orang Indonesia akan sanggup berbelanja sebanyak USD 3.000 per tahun. Ini ambang batas yang istimewa. RRC mencapai angka ini di tahun 2008 dan kita bisa saksikan betapa kini Negara tersebut tumbuh menjadi kekuatan ekonomi dunia yang sulit ditandingi.

Sekarangpun dapat kita saksikan, betapa belanja konsumen di Indonesia sudah banyak mengalami pergeseran. Jika dulu sebagian besar orang Indonesia penghasilannya hanya cukup untuk kebutuhan primer: sandang, pangan dan papan. Kini, belanja keluarga-keluarga di Indonesia sudah lebih banyak ke kebutuhan yang dulu dianggap tidak utama, misalnya saja untuk pulsa handphone, akses internet, langganan TV berbayar, hiburan di Mall dan sebagainya.

Artinya konsumen di Indonesia secara rata-rata punya cukup pendapatan untuk hidup di atas kemampuan sebelumnya. Dan ini punya satu pesan jelas bagi para wirausaha: Peluang.

Kebangkitan tadi juga diikuti oleh kebangkitan pelaku usaha kecil. Jika semula pelaku usaha yang dominan di tingkat nasional adalah perusahaan-perusahaan besar dan multi-nasional, maka kini pelaku usaha kecil juga semakin mampu bersaing.

Merk-merk lokal ternyata cukup diterima konsumen kita dan mampu bersaing dengan merk global. Kita saksikan di industri makanan misalnya, betapa perusahaan-perusahaan Waralaba lokal sanggup bersaing dengan Waralaba internasional yang memiliki asset jauh lebih besar.  Ini menunjukkan bahwa usaha kecil juga punya peluang, sama baiknya dengan pelaku usaha besar.

Kedua. Dukungan Teknologi

Teknologi telah menciptakan revolusi terhadap bagaimana bisnis berjalan. Menariknya, jika semula teknologi maju adalah monopoli perusahaan-perusahaan besar, kini usaha kecil juga memiliki akses yang semakin luas terhadap teknologi terkini.

Jika dulu hanya perusahaan besar yang memanfaatkan komputer untuk mengelola informasi mereka, maka kini komputer sudah jamak digunakan oleh pelaku usaha kecil. Misalnya sistem Point of Sales (POS) yang dulu hanya bisa dimiliki jaringan pertokoan besar, kini sudah digunakan pelaku usaha retail kecil. Demikian pula sistem akuntansi, sistem manajemen inventori, hingga sistem hubungan pelanggan (CRM). Bahkan ada pelaku usaha kecil yang sudah menerapkan digital dashboard untuk memantau Key Performance Indicator (KPI) mereka, layaknya sebuah perusahaan besar.

Berkat internet maka akses global saat ini dimiliki oleh siapa saja. Jika dulu untuk berinteraksi dengan pelanggan dari luar negeri diperlukan perangkat mahal yang hanya dimiliki oleh perusahaan besar. Maka kini usaha kecil dapat melakukan hal yang sama.

Toko online yang dimiliki oleh usaha kecil, bahkan individu, kini aktif bertransaski dengan pelanggan-pelanggan dari luar negeri, dengan berbagai kemudahan fasilitas jasa pembayaran dan jasa pengiriman.  Siapapun bisa menjadi pemilik toko online, bahkan kebanyakan bisa dilakukan Ibu Rumah Tangga tanpa meninggalkan tugas-tugas di rumahnya.

Melalui berbagai layanan berbagi file dan media sosial seperti YouTube, Facebook dan Twitter, seseorang dalam sekejap dapat memperkenalkan diri ke seluruh dunia, membangun reputasi, ataupun jika gagal memanfaatkan, dapat kehilangan nama baik. Hanya dengan berbagi file video ‘lipsync’ dua remaja Indonesia langsung dikenal dunia, hanya dengan rajin sharing di Twitter yang menarik, seseorang bisa memiliki pengikut (follower) hingga ratusan ribu orang.

Artinya, siapa saja kini punya peluang sama untuk dikenal, dan ini dari kacamata wirausaha, dapat menjadi peluang untuk mengungkit usaha ke tingkat yang lebih tinggi.

Ketiga. Dukungan Komunitas

Era 2011 adalah era komunitas. Kini untuk berbisnis dan belajar bisnis kita tidak lagi sendirian. Dulu ketika saya mulai usaha sendiri, sulit sekali mencari teman sesama wirausaha untuk diajak berbagi. Kini, ada banyak komunitas bisnis yang siap berbagi. Para pengusaha pemula tidak lagi sendirian.

Keuntungannya adalah terbuka nya akses terhadap informasi yang dulu hanya dimonopoli perusahaan besar. Cara-cara meningkatkan usaha, cara-cara mengelola perusahaan yang baik, bebas terbuka dibagikan di komunitas-komunitas bisnis. Demikian pula dengan informasi peluang usaha, peluang pameran-pameran di dalam dan luar negeri, hingga ke informasi trend bisnis bisa diketahui anggota komunitas.

Dengan tiga kecenderungan yang akan semakin menguat di tahun 2011 tersebut, insyaAllah jika kita pandai memanfaatkan, kita akan memperoleh momentum yang baik bagi usaha kita. Momentum yang mungkin sulit diulang di masa-masa mendatang.

Jadi, jika Anda sudah lama merencanakan memulai usaha Anda sendiri. Tunggu apa lagi! (FR)