1. Problem Utama UKM dalam membangung Tim Bisnis yang tangguh

Problem pengembangan usaha di tahap pertumbuhan adalah  Membangun Tim. Bertumbuhnya usaha menuntut adanya delegasi kewenangan dan kerjasama tim. Namun yang sering menjadi masalah adalah tim tidak berfungsi sebagaimana diharapkan. Penempatan anggota tim selayaknya memperhatikan 5C: Competence, Clarity, Creativity, Communication, Collaboration

Tanya: Bagaimana STIFIn  memandang banyaknya tim bisnis UKM yg tdk bekerja optimal?
Jawab:
Seringkali yang menjadi masalah adalah manakala seseorang bekerja tidak sesuai dengan passionnya. Orang bekerja hanya untuk mendapatkan gaji. Atau dia kesulitan untuk memahami apa yang menjadi tugasnya. Semua itu bermuara pada satu hal: “Tidak mengenali diri sendiri”. Pemimpin menuntut banyak hal dari karyawannya, dan sang pemimpin menganggap semua karyawan bisa melakukan hal yang sama, sama baiknya seperti dia. Padahal tidak semua orang punya kemampuan, kelebihan, dan cara kerja yang sama. Sebaliknya, karyawan pun merasa tertekan. Dia dituntut untuk bekerja maksimal dan menghasilkan lompatan prestasi yang luar biasa, tapi dia bekerja bukan dengan kelebihannya, dia bekerja bukan dengan tangan kanannya, dia bekerja tidak sesuai dengan passionnya.

Pada saat inilah terjadi “gap” antara pemimpin dan orang yang dipimpinnya, maka yang terjadi adalah rutinitas kerja yang itu-itu saja, tidak mendongkrak prestasi dan tidak menunjukan semangat yang tinggi untuk meraih Visi perusahaan. Pemimpin tidak mau mengenali kelebihan dan kekurangan karyawannya, karyawan pun kesulitan mengembangkan diri  dan akhirnya tertekan, stress.
2. Betulkah setiap manusia terlahir sama?
Manusia terlahir memiliki hak yg sama  namun masing2 dibekali kelebihan dan kekurangan. Tugas kita adalah menemukan kelebihan tim dan memanfaatkan sebaik mungkin.Salah satunya adalah dengan mengenali mesin kecerdasan tim kita

Tanya: Menurut teori, apa yg dimaksud dengan mesin kecerdasan? Ada berapa tipe manusia menurut mesin kecerdasannya? Darimana teori ini berasal?

Jawab: Mesin Kecerdasan adalah bagian otak yang mampu berfungsi secara lebih dominan dibandingkan bagian otak yang lain. Ibaratnya, bagian inilah yang menjadi “tangan kanan” atau “kekuatan utama” kita.

Secara garis besar, fungsi otak dibagi menjadi 5 bagian, dan itu menunjukan ada 5 tipe manusia berdasarkan mesin kecerdasannya.

Otak kiri bawah (Sensing), Otak kiri atas (Thinking), kanan atas (Intuiting), kanan bawah (Feeling), dan gabungan otak tengah dan bawah (Insting).

Setiap manusia punya kelebihan di salah satu bagian otak. Maksudnya, ada salah satu bagian otak manusia yang berfungsi secara dominan, hingga 100%. Sementara, bagian lainnya tetap berfungsi hanya kemampuannya sekitar 20%-40%.  Fungsi bagian otak yang lemah tersebut bisa saja di upgrade menjadi lebih tinggi. Hanya pertanyaannya, apakah kita akan fokus memperbaiki kelemahan yang dimiliki? Atau kita akan fokus memaksimalkan kelebihan yang sudah diberikan oleh Tuhan kepada kita sebanyak 100%? Jika kita terlalu fokus memperbaiki kelemahan kita, maka kita akan cepat lelah dan hasilnya pun akan lama untuk diraih. Ibaratnya kita bukan orang kidal, tapi berlatih agar menjadi kidal; mungkin saja bisa, tapi lama, capek, dan hasilnya pun tidak akan maksimal. Jika demikian, maka mengapa kita tidak fokus menggunakan “tangan kanan” kita yang sudah jelas-jelas diberikan Tuhan agar kita lebih mudah dalam meraih prestasi tertinggi kita?. Bahkan, bukan hanya lebih mudah, tapi akan jauh lebih cepat dan menyenangkan.

Konsep 5 mesin kecerdasan ini  mengkompilasi dari teori-teori Psikologi, neuroscience, dan ilmu SDM. Prinsip besarnya mengacu kepada konsep “Kecerdasan Tunggal” dari Carl Gustav Jung.

3. Menyusun komposisi tim berdasarkan mesin kecerdasan

Setidaknya, ada 5  fungsi dalam membangun bisnis, yaitu:  1. Eksekusi/ do the business; 2. Merencanakan bisnis/ plan the business; 3. Create the product; 4. Lead the people; 5. Facilitate business operation

Tanya: Bagaimana kesesuaian fungsi-fungsi  bisnis tersebut sesuai mesin kecerdasan seseorang?
Jawab: 1) Fungsi Eksekusi/Do The business: Cocok dilakukan oleh orang sensing. Karakter orang sensing ini pragmatis,kapitalis, yang penting cashflow. Kalo cashflow gak lancar, dia akan gelisah dan terus berupaya agar memiliki cashflow yang baik. Orang Sensing pandai meningkatkan skala dan volume penjualan. Dia lebih senang menjual produk yang massal, dan menyebar luas. Biar untung sedikit, yang penting lakunya banyak.

2) Fungsi Plan The business: Cocok dilakukan oleh orang Thinking . Orang thinking ini pandai menganalisa, menemukan kekuatan dan kelemahan, lalu mencari solusinya. Analisanya tajam, karena dia berfikir secara logis & obyektif. Jika ingin membuat rencana peningkatan omzet hingga 500%, ingin mengefektifkan & mengefesienkan sistem, serahkan perencanaannya kepada orang Thinking

3)Create The Product: Cocok dilakukan oleh orang Intuiting. Idenya segudang, genuine, unik, inovatif, dan kreatif. Dia selalu mencari sesuatu yg baru, product yang diciptakannya bukan hanya unik, tapi juga memberi nilai tambah (added value), terkesan high class, perfect, dan selalu selangkah lebih maju (Futuristik)

4)Lead The People: Cocok diperankan oleh orang Feeling. Orang Feeling ini mampu meraih hati kryawan, mampu membangkitkan semangat, memotivasi, dan bisa menjadi sangat menyenangkan bagi bawahannya. Jika dia menggunakan kekuatan Feeling nya, dia akan mampu membentuk karyawan yang militan, ulet, tekun, dan pekerja keras. Dia pun pandai mendelegasikan tanggung jawab kepada orang lain. Kharismanya mantap, dan yang pasti, dia dicintai bawahannya.

5) Facilitate Business Operation: Ini cocok dilakukan oleh orang Insting. Orang Insting ini serba bisa. Tidak punya kelemahan sekaligus tidak punya kelebihan. Dia bisa menjadi negosiator antara pihak yang berselisih, dia bisa mendorong seseorang untuk menjadi sukses. Dengan jaringannya yang luas, fleksibilitasnya yang tinggi, dan kemampuannya bergaul dengan berbagai jenis karakter, dia bisa memfasilitasi  aktivitas bisnis perusahaan supaya menemukan kunci-kunci penting hingga Leveragenya semakin dahsyat

Jika anggota tim bekerja sesuai dengan mesin kecerdasannya, mereka akan bekerja penuh semangat, dinamis, bergerak cepat, dan yang pasti mereka bekerja dengan senang hati.  Mereka pun akan lebih mudah menjalankan perannya masing-masing. Karena mereka menjadi dirinya sendiri.

Sebaliknya, jika anggota tim bekerja tidak sesuai dengan mesin kecerdasannya, yang terjadi adalah mereka bekerja penuh tekanan menjalankan rutinitas bagaikan robot hidup, bekerja tidak sepenuh hati, masing-masing akan kesulitan menyelesaikan pekerjaannya. Mereka bekerja hanya sekedar ingin dapat gaji. Hanya Itu. Maka, Apa yang bisa diharapkan dari anggota tim seperti ini????????

4. Mengasah keahlian melalui pilihan sesuai mesin kecerdasan
Hidup banyak pilihan, namun utk maju kita perlu fokus pd pilihan yg kita paling kuat. Setelah pilihan ditentukan, lanjutkan dengan 10,000 jam deliberate practice. Sebaiknya pilihan karir sesuai mesin kecerdasan. Fokus pada satu pilihan memungkinkan kita melejit optimal

Tanya: Bagaimana strategi melejitkan potensi karyawan berdasarkan mesin kecerdasan:
Jawab: Jangka Pendek: Membangun platform prestasi. Segera temukan passion Anda, temukan mesin kecerdasan Anda, kemudian rancanglah mimpi-mimpi dan target masa depan Anda. Jika sudah terlanjur salah jalan: Beranilah mengubah haluan, segera balik kanan. Kembalilah ke karpet merah yang telah Tuhan sediakan untuk Anda.

Jangka menengah: Lakukan Lompatan Prestasi. Bangunlah prestasi-prestasi di bidang hidup yang Anda pilih, bangun kepercayaan diri bahwa Anda mampu melakukan yang terbaik. Lakukan itu secara bertahap mulai dari yang paling rendah hingga yang paling tinggi. Jangan berhenti menciptakan prestasi-prestasi baru yang meningkat dibanding prestasi sebelumnya.

Jangka Panjang: Ciptakan Orbit Prestasi. Aktivitas, Kinerja, dan prestasi, yang anda bangung mestilah sesuai dengan apa yang menjadi mimpi  besar Anda. Fokuslah untuk mencapainya. Jangan tergoda oleh bisikan-bisikan dari sisi kanan dan kiri. Lakukan secara konsisten, kontinyu (berkelanjutan), dan terstruktur. Anda harus memiliki desain hidup yang Anda tentukan sendiri. Jangan biarkan mengalir tanpa arah, karena nanti Anda bisa salah jalan.

5. Cara sederhana mengenali mesin kecerdasan kita
Karena sgt penting kita harus mampu mengenali mesin kecerdasan kita sendiri maupun anggota tim. ada serangkaian ciri2 umum dr setiap tipe kecerdasan yg dpt dikenali dr perilaku, maupun dgn cara mengisi kuesioner.

Tanya: Bagaimana cara mengenali mesin kecerdasan lewat sikap dan perilaku sehari2.

Jawab:

Ciri-ciri orang Sensing: Punya kelebihan di memori dan fisiknya. Orientasi pada masa kini, tertarik pada pekerjaan yang membutuhkan kepraktisan. Berpijak pada yang nyata dan aktual.

Ciri-ciri orang Thinking: Lebih menggunakan pikiran, memecahkan masalah secara logis, Dingin, menjaga jarak dengan orang lain, Obyektif, Memberikan pujian yang formal, Tegas, raja tega.

Ciri-ciri orang Intuiting: Perhatiannya pada gambaran umum, orientasi pd masa depan, mulai dari mana saja, Tertarik pada pekerjaan yang melibatkan kreativitas, memiliki visi ke depan, Melihat pola dan makna, tidak menyukai rutinitas.

Ciri-ciri orang Feeling: Lebih menggunakan perasaan, ingin menyenangkan orang lain, mencari keharmonisan, pandai berempati, perasaan mereka mudah sakit dan dendam, hangat dan ramah kepada orang lain.

Ciri-ciri orang Insting:  Bereaksi secara spontan, mengolah informasi menggunakan naluri, orientasi pada mencari kebahagiaan, menyukai kesempatan untuk berperan serta, sangat to the point, keterampilan serba bisa, berpikir spontan, tidak suka konflik.

Tanya: Adakah cara yang lebih akurat untuk mengetahui mesin kecerdasan seseorang?

Jawab: Konsep STIFIn ini mengukur mesin kecerdasan berdasarkan sistem operasi otak, dan itu bersifat genetik (tidak akan berubah selamanya). Yang paling akurat untuk mengetahuinya, adalah dengan melakukan Tes DNA, atau bisa juga dengan cara memindai Retina Mata. Namun kedua hal ini masih sangat sulit dan mahal untuk dilakukan secara massal. Yang paling murah dan mudah sementara ini adalah dengan melakukan Tes Sidik jari, yaitu dengan melakukan scanning terhadap  ujung-ujung jari tangan kita, dan kemudian dicari kesesuaiannya dnegan sistem syaraf di otak, serta berkaitan erat dengan DNA setiap orang.

Wassalam,

Semoga Bermanfaat

Achmad Faisal