Sebagai salah seorang yang kebetulan “terjebak” jadi mentor, saya seringkali mendapat pertanyaan: “Mas, apa sih rahasianya supaya bisnis bisa sukses?”

Terus terang saja, saya susah menjawab pertanyaan ini. Pertama karena saya merasa bisnis saya masih lah biasa-biasa saja. Yang kedua, saya memang tidak punya template baku dalam menjalani bisnis. Apalagi saya bisa dibilang termasuk orang yang memulai bisnis tanpa business-plan yang solid.

Syukurnya, hari ini sedikit banyak saya mulai mendapat pencerahan. Di acara Buka Bersama TDA Bandung sore tadi, Ustadz Buchori Muslim sempat menjabarkan bahwa untuk menjadi pemimpin yang baik, seseorang mestilah cerdas. Cerdas disini tentulah dalam artian pemimpin tersebut harus menguasai ilmunya.

Saya percaya, seorang business owner pada dasarnya adalah seorang team leader. Karena bagaimanapun juga, untuk membentuk sebuah bisnis yang tangguh dan berkesinambungan, seorang business owner perlu membentuk sebuah Super Team. Dalam kaitan ini, apa yang disampaikan Ustadz Buchori Muslim di tausiyah sore tadi menjadi sangat relevan. Untuk menjadi pemimpin yang efektif, kita harus berilmu.

Disinilah saya merasa berhutang budi dengan TDA Bandung. Karena di komunitas inilah saya bisa mendapat beragam ilmu dengan mudah dan murah.

Bukan hanya itu, di TDA Bandung pula saya berkesempatan untuk mempraktekkan ilmu-ilmu yang saya dapatkan, yaitu dengan aktif terlibat di beberapa kegiatan TDA Bandung. Buat saya ini penting, karena belajar tanpa praktek rasanya hanya akan mengantar saya menjadi seorang akademisi.

Saya masih ingat betul di awal-awal masuk TDA (medio 2013), ilmu branding dan per-markom-an saya masihlah cupu. Maklum saja, lha wong latar belakang saya adalah seorang programmer. Tapi gara-gara saya waktu itu bantu-bantu di bagian publikasi event TDA Bandung 2013, pemahaman saya akan branding dan per-markom-an jadi meningkat pesat!

Begitu pula halnya dengan public speaking. Gara-gara waktu itu jadi Koordinator FGD Jasa, setiap kali ada acara FGD Jasa mau tak mau saya yang jadi MC / Moderator (waktu itu duo Deden-Wildan belum ada). Gugup, nervous, dan demam panggung pastilah saya rasakan di awal. Tapi ya lama-lama terbiasa juga. Apalagi ketika mulai rutin ikut ngisi ERT di Sindo Radio dan sesekali diminta sharing dan jadi mentor.

So jika orang lain mungkin mengeluarkan dana berjuta-juta untuk mengasah public speaking-nya dengan mengikut berbagai seminar dan workshop, saya mempelajari dan melatihnya secara gratis di TDA Bandung.

Untuk itu saya ingin mengucapkan selamat kepada rekan-rekan panitia Buka Bersama TDA Bandung sore tadi. Bukan hanya karena acaranya meriah dan sukses, tapi juga karena saya percaya pastilah rekan-rekan (disadari atau tidak) mendapatkan ilmu yang berharga.

Saya ucapkan pula beribu terima kasih kepada teman-teman yang sudah menyumbang doorprize. Mudah-mudah kemurahan hati teman-teman bisa menjadi ladang amal dan membuka pintu rejeki dari arah yang tak diduga-duga.

Akhir kata, saya ingin mengajak: Yuk Gabung TDA Bandung! Karena pada akhirnya pilihannya cuma dua: Apakah Anda ingin menjadi bagian dari Super Team ini (dan belajar banyak hal dalam prosenya), atau cuma ingin jadi penonton aja? Temukan jawabannya di nurani Anda.

With Love & Respect,
:pray:🏻 MYA :pray:🏻
*Pembantu Pak RT