Hari jumat tanggal 4 juli, bandung mendapatkan giliran Safari Ramadhan bersama Presiden TDA dan Rumah Zakat Indonesia,

Presiden TDA, Coach Fauzi, membawakan materi Pemimpin yang Melayani: Meneladani Karakter Kepemimpinan Rasulullah.

Disaat beliau mulai mempresentasikan, ada beberapa yang membuat saya tertarik yaitu salah satunya ketika beliau menyampaikan salah satu karakteristik kepemimpinan Rasul, yaitu ‘fokus on solusi’, bukan malah masuk dikumbangan masalah2 yang sudah terjadi terus menerus tanpa ada solusi.

Oh iya, Coach Fauzi, dulunya adalah salah satu mentor yang sebenarnya sampai sekarang masih mentor saya, namun karena diminta mengemban amanah yang lebih besar akhirnya jarang mentoring lagi, ketika beliau berbicara kata-katanya menginspirasi saya untuk ‘do it’

Kembali lagi ke bahasan artikel ini…, materi tersebut saya garis bawahi dan saya pikirkan dalam-dalam selama beberapa hari, , dan memang ternyata benar bahwa kita sebagai orang yang berada di organisasi baik itu di perusahaan kita, perusahaan orang lain maupun lingkup organisasi lainnya, harusnya berpikir dan menemukan solusi, bukan malah apabila kita gagal melakukan sesuatu, dan karena kegagalan itu, kita berendam di kubangan masalah kegagalan tersebut dan meratapi.

Saya mempelajari sedikit lebih dalam lagi ‘fokus solusi dan peratapan masalah”, kemudian membandingkan dengan ‘lapangan’, serta buku-buku teori yang ada. Saya menemukan korelasi yang masih satu kesatuan antara solusi dengan masalah.,

Bahwa ada Solusi Instant dan ada Solusi Akar (saya mengarang istilahnya sendiri :-D). Solusi instant adalah solusi yang menyelesaikan masalah hanya sebatas permukaan saja, sedangkan Solusi akar menyelesaikan masalah sampai ke akarnya.. Perbedaannya, solusi instant, ketika kita sudah berhasil menyelesaikan masalah dengan solusi instant, suatu waktu, cepat atau lambat, masalah yang sama akan timbul lagi dan lagi, sedangkan solusi akar, ketika kita berhasil menyelesaikan masalah dengan solusi akar, kemungkinannya sangat kecil akan terjadi masalah yang sama, karena masalah tersebut sudah diselesaikan sampai ke akar2nya..

Apabila sebuah organisasi perusahaan, ingin tumbuh besar seperti pohon yang menjulang tinggi, kita harus memperkuat dulu akarnya, sangat disayangkan apabila ada perusahaan yang sudah sangat tinggi, namun akarnya kecil, ketika angin menerpa akan mudah roboh..

saya menggunakan contoh yang saya mengerti dan yang pernah saya alami, misalkan saya pengusaha baju muslim, saya mengeluarkan produk baru, dan memproduksinya, setelah produksi selesai langsung distok di gudang.. Ketika mulai dijual, bulan pertama penjualan bagus menghabiskan 30persen dari stok, bulan kedua penjualan menurun, hanya 5peresn stok, bulan ketiga tidak ada penjualan pada produk tersebut. saya mulai kebingungan, kok tidak laku, bahaya nih kalau begini terus, kalau stok tidak berhasil dijual, saya tidak bisa bayar karyawan, saya tidak bisa muter modal, dan ini sebuah kerugian saya sebagai ukm.. akhirnya saya fokus ke solusi, dan untuk memecahkan ini, saya langsung membikin beberapa solusi instant yang dijalankan sekaligus, pertama saya melakukan sale / diskon dengan harga produksi, kedua saya tawarkan ke pedagang dengan bayar mundur, agar produk bisa terserap. Dan ternyata dengan solusi tersebut, masalah terselesaikan,

namun masalah ini bakal terjadi lagi dan lagi jika saya memproduksi produk baru lagi, siklusnya seperti ini: produksi produk baru –> bulan ketiga produk tidak laku –> solusi instant: sale dan bayar mundur –> duit ditangan –> produksi produk baru –> dst dst, lama-lama dengan solusi instan ini yang saya gunakan terus menerus, berpotensi besar merusak nilai merek saya

tapi saya tidak ingin mengalami masalah yang sama berulang kali..,akhirnya saya tidak berhenti hanya di solusi instant, tapi saya ingin solusi yang menyelesaikan akarnya..,Saya menganalisa problem ini lebih dalam, kenapa produk ini tidak laku –> kenapa kok segmen market saya sedikit belinya –> apakah leads saya kecil? tidak, apakah sponsorship saya kurang? tidak juga, apakah kualitas produk jelek? saya bandingkan dgn kompetitor lebih bagus saya –> kenapa? …. kenapa? akhirnya mengarah ke satu titik, bahwa saya tidak mengetahui keinginan segment market saya, akhirnya saya membuat solusi, untuk mensurvei market saya, melakukan survei form dan interview. Dari solusi survei, akhirnya, saya bisa membuat produk baru yang mendekati keinginan pasar saya.. Nah ketika saya membuat produk baru lagi, kemungkinan kecil saya tidak akan mengalami masalah yang sama lagi yang berulang kali, yang akhirnya akar saya semakin kuat, dan saya semakin optimis untuk tumbuh..

Ada sebuah perusahaan yang sekarang ini menguasai pasar rokok di dunia yaitu Philip Morris, saat ini Putra Sampoerna saham mayoritasnya dimiliki oleh Philip Morris.. Dulu tahun 1970an Philip Morris adalah perusahaan yang mempunyai pasar paling besar di Lokal (yaitu di Amerika), dan sangat kecil internasional. Pernah suatu kali di tahun 1978 pernah melakukan kegagalan terbesar yaitu membeli perusahaan 7UP.. perusahaan tersebut dibeli yang akhirnya 8tahun kemudian dijual murah.. Banyak sekali kerugian-kerugiaan yang dialami, yang paling besar adalah, banyaknya waktu managemen dan karyawannya yang terbuang untuk membereskan masalah ini.. (referensi: buku good to great)

Setelah 7UP dijual lagi dengan harga murah.. cerita-cerita kegagalan ini tidak ditutup, namun dijadikan buku otopsi, dan semua orang yang di philip morris membedah kegagalan-kegagalan yang terjadi, orang di philip morris tidak malu untuk membicarakan, membuka dan membedahnya.. hasilnya banyak sekali solusi-solusi yang muncul, yang hasilnya saat ini, philip morris adalah penguasa rokok dengan pangsa pasar terbesar di dunia..

Kembali lagi ke laptop.. memang benar ada korelasi antara solusi dan masalah.. dan memang benar kita fokus pada solusi, bisa solusi instan dan bisa juga solusi akar.., agar kita cepat terhindar dari masalah kita gunakan solusi instan, namun apabila kita ingin organisasi perusahaan kita bisa tumbuh tinggi dan besar, kita gunakan juga solusi akar

*referensi gambar diambil dari thechaoswhisperer.files.wordpress.com

 

Ibrahim M Bf– on Twitter – on Facebook
Sekum TDA Bandung