Semalam sebelum menuju TDA camp, yg terbayangkan adalah akan menghasilkan banyak catatan, tentang ilmu dan cara menghandle usaha yg sedang dijalankan, bonusnya nambah pertemanan..
Tapi semua buyar ketika tiba. selain matahari, sapaan teman2 juga menghangatkan. Semangat makin terbakar..utk menambah catatan..
Makin siang, catatan belum juga dikeluarkan..kehangatan berubah jd pembakaran semangat dibungkus tawa dan candaan MC penuh energi, dgn ilmu pembangkit tawa dari antah berantah..catatan blm juga kukeluarkan..
Saatnya coach FR mengeskalasi keriuhan, mata makin terbuka, optimisme makin sejajar dgn semangat yg lebih dulu muncul sejak pagi..
Coach yg awalnya kupikir galak
ini menuntun pikiran tentang banyak hal yg ternyata semua ada dalam diri sehari hari. Diujung riuh beliau mengenalkan pada sesuatu yg langsung menguras kantung mata, bukan ttg kesedihan tapi ttg kesadaran makna alasan emosional..*sigh, take a deep breath
Hari kedua menjadi hari paling panas, menukilkan bagaimana penolakan orang2 menjadi doa dan harapan kedepan, debu menjadi teman, lapar dan haus tertahan..semua mengajarkan usaha, doa, kesabaran, harapan, keyakinan..
Kusimpan buku catatan.
Terimakasih utk segala optimisme dan semangat yg semakin terbangun..
TDA camp…
Here I come..