VIRAL MARKETING merupakan salah satu cara untuk membuat orang lain mempromosikan diri kita atau produk yang kita jual secara  gratis, baik secara SADAR atau TIDAK SADAR. Viral berasal dari kata VIRUS. Hal ini karena penyebarannya bisa berlangsung dengan sangat cepat seperti halnya virus. Dengan viral marketing diharapkan  informasi yang ingin kita sampaikan bisa sampai ke banyak orang dalam waktu yang cepat dengan biaya yang terjangkau.

Informasi dapat berupa info produk dan manfaatnya. Dengan begitu, viral marketing cocok untuk meningkatkan penjualan sekaligus meningkatkan omset. Selain informasi produk, informasi apa lagi yang dapat disampaikan dengan viral marketing?

– Informasi tentang tips-tips yang berhubungan dengan produk
– Informasi yang dapat menggugah emosi pembacanya sehingga mereka sukarela meng-klik like & share dll..

Pernah membicarakan sesuatu atau orang lain? Ngegosip misalnya? ^_^ Pada intinya viral marketing ditujukan supaya orang lain membicarakan informasi yang kita berikan sehingga dapat diartikan pula sebagai strategi pemasaran dari mulut ke mulut.

Adanya teknologi internet membuat viral marketing lebih mudah dilakukan, biaya lebih murah dan hasilnya lebih terukur.  Teknologi internet yang dapat di gunakan adalah media chat seperti BBM, WA, LINE dll, blog / website, jejaring sosial seperti facebook, twitter, instagram dll.

Hal apa yang sering dibagikan? Selain status berupa  tawaran/informasi yang menarik, ada banyak hal yang sering dibagikan orang lain. Inilah pengungkit viral marketing. BIsa dalam bentuk e-book, video, gambar atau artikel.

Mengapa YouTube begitu populer hingga kini? Lihat saja video lucu yang ada di YouTube. Secara tidak sadar, setelah melihat betapa kelucuannya, maka kita akan tergerak untuk membagikannya kepada teman melalui jejaring sosial Facebook, Twitter dan sebagainya. Ini berkat KESAN yang terdapat pada video yang telah ditonton tadi. Nah, melihat dari proses terbentuknya viral inilah, menjadi salah satu kunci sukses situs YouTube hingga saat ini tetap eksis di dunia maya.

Kesimpulannya, keberhasilan viral marketing dipengaruhi oleh apa yang kita berikan baik berupa produk atau layanan gratis atau fakta dan informasi yang unik/menarik/luar biasa. Proses penyebaran yang mudah seperti halnya fitur share facebook yang bisa sekali klik.

Bagaimana menyenggol psikologis manusia yang berkisar antara uang dan popularitas? Contohnya, buatlah desain strategi pemasaran yang bisa membangkitkan motivasi orang banyak. Misal, buat sistem kompetisi untuk para viral marketer anda. Mereka yang paling banyak melakukan penyebaran informasi secara cepat menjadi pemenang dan mendapatkan hadiah! Menyebarkan informasi pada orang yang tepat artinya VIRAL akan sangat mungkin terjadi.

Contohnya Razha menggandeng Dewi Sandra yang suka menggunakan inner jilbab. Ketika inner Razha dipakai oleh Dewi Sandra dan diketahui oleh fans Dewi Sandra, orang akan penasaran yang berujung tertarik membeli inner Razha. Berapa biaya untuk membayar Dewi Sandra? Saat itu tidak ada biaya untuk membayar Dewi Sandra, alias gratis, karena saat itu Mba Denok Wahyuti (member wwc juga) pernah kerja di sinetronnya Dewi Sandra. Jadi produk dititipkan ke Mba Denok. Dipakai syukur, tidak dipakai ya sudah. Eeeeh ternyata dipake loh di sinetronnya, kemudian dibuat videonya.

Tidak bisa membuat pengungkit seperti e-book, video, gambar? Atau tidak tahu bagaimana membangun jaringan yang sesuai target? Lakukan KOLABORASI. Contohnya seorang konsultan personal branding tidak bisa membuat e-book, ia meminta salah satu temannya yang bisa menulis untuk membuat e-book. Setelah E-book jadi, lalu disebar oleh si konsultan. BOOM!!! Ebook menarik minat banyak orang, si konsultan dan penulis sama-sama MEROKET.

Viral Marketing di FB

Viral Marketing di FB

Itu contoh praktek viral yang sudah saya lakukan, tidak pakai modal uang, cukup modal produk saja ^_^ hasilnya….

485,308 people reached, 2,650 Likes, 3,532 shares, 3160 comments . Efek viral marketing terhadap penjualan cukup besar mendatangkan konsumen baru, karena di share di ribuan orang baru yang belum mengenal RaZha. Dalam teknisnya viral marketing dilakukan Jumat jam 7 pagi saya posting, Minggu jam 11 siang pengumuman. Jadi kurang dari 24jam, dan sebanyak itu hasilnya ^_^. Jika hasil dari viral marketing masih sedikit, bukan hanya mengevaluasi produk saja, tapi juga perhatikan kalimat pertama, foto, dll… Selalu dievaluasi dan dicoba terus ^^. Dalam viral marketing tidak perlu menggunakan FB Ads.

Yang harus diperhatikan dalam membuat viral marketing :

  1. Kalimat pertama singkat dan mudah dipahami, dengan kata kunci : MAU Inner Ninja RaZha GRATIS?
  2. Tentukan batas waktu
  3. Syaratnya mudah

Nah kuis ini juga bisa dimanfaatkan untuk survey, varian manakah yg menjadi favorit. Seperti tertera pada keterangannya : Bebas pilih varian yang kamu mau. Ketik “Mau” dan juga ketik 1 varian pilihanmu (Melody, Classic, Soul, Jazzy, Swing, Diva) lalu LIKE & SHARE foto ini ya. Oh iya, sebenarnya kita modal uang sih untuk ongkos kirim ^_^ Tapi nilai ongkos kirim tidak seberapa dibanding dengan iklan kita yang sudah di share di 3.532 kali di akun mereka ^_^. Setelah pemenang dipilih, lalu yang tidak menang bagaimana? dicuekin saja? Naaaah justru disini peluang besar, mereka ikut Like & Share artinya…mereka juga tertarik dan berminat dengan produk RaZha. Jadi jangan disia-siakan prospect kita tersebut..

Viral Marketing - Komentar di FB

Ada 2,650 comments… semua di jawab 1-1 ^_^ ini seperti kita membagikan brosur secara personal kepada mereka. Karena kita online, jadi lebih murah, ga perlu cetak, cukup copy paste aja di bagian reply.

Itu contohnya… Perjuangan banget tim marketing RaZha jawab 1-1, dan kabarnya belum selesai sampai hari ini ehhehee masih diperjuangkan. Lalu apa yang terjadi setelah melakukan langkah-langkah tersebut… Ratusan inbox membanjiri FP RaZha dan chat WA.. Alhamdulillah bulan ini happy problem, stok banyak yang kosong. Sekarang lagi berjuang genjot produksi.. Sejauh ini persiapan yang dilakukan produksi sebelum melakukan viral marketing adalah produksi dijalankan jika barang habis. Tapi sekarang barang semakin cepat habis, sehingga produksi keteteran. Ingin menambah makloon tapi saya belum siap mental ahhahaa.

Cara lain viral market selain kuis adalah dengan membuat Give Away, tapi tidak laku. Ternyata yang salah adalah di kalimat awalnya, dan juga FOTO. Serta syarat, orang malas kalau syaratnya ribet. Saat ini mereka yang mendapat produk gratisan belum diketahui menjadi konsumen atau tidak. Namun dari data penjualan dapat kita jadikan bahan analisis lebih lanjut. Viral marketing dapat juga diaplikasikan untuk bisnis dengan model by order, contohnya SBO pun menjual jasa dan pakai viral untuk mengiklankan tiketnya, tapi hasil yang didapat memang tidak sebanyak RaZha.

Ini adalah contoh yang menambahkan kalimat promo di share FBnya, dan bagian bawah hanya share saja. Saat ini Fanpage Razha memiliki 20.000an follower .

Bagaimana menghitung leads yang masuk setiap harinya lalu menghitung konversi ke penjualan? Dari buku Instan Cashflow, leads artinya calon pelanggan. Dan siapapun yang datang/berkunjung/bertanya kemudian terjadi transaksi itu dinamakan customer. Dengan adanya perhitungan leads yang masuk setiap harinya kita bisa mengukur / mengonversi ke penjualan.. Hal ini bisa menjadi salah satu tolak ukur dan pegangan, apakah promosi yang kita lakukan berpengaruh?? Berapa % konversinya ke penjualan. Saat iklan bagus, namun yang memesan adalah pelanggan lama, itu artinya leads kecil. Dan dalam perhitungannya, sebaiknya dilakukan langsung pada hari itu juga. Setiap hari ada sms, bbm,inbox yang masuk dicatat. Jadi bisa terlihat berapa yang closing, berapa yang hanya bertanya saja. Belajar iklan dari Pak Laksita ^_^ Iklan itu harus ada efek langsung terhadap penjualan. Desain yang dibuat perlu disesuaikan dengan target pasar dan konten iklan harus mendesak  mereka untuk melakukan transaksi.

Untuk usaha dengan daerah targetnya terbatas, viral marketing bisa dilakukan dengan membuat komunitas wilayah. Misal membuat akun di twitter, hal itu bisa mengumpulkan massa. Misalnya dengan menyebarkan info traffic, kuliner dll. Sampai akhirnya kita bisa sebarkan info bisnis kita. Bisa juga dengan ilmu Gojek, pakai kupon, sehingga pelanggan boleh berikan kupon itu kepada tetangganya dll. Viral marketing yang disebar bisa bersifat positif maupun negatif, misalnya “Gojek dilarang ambil penumpang di kawasan xxxx”. Justru kadang yang sifatnya negatif itu lebih cepat penyebarannya. Kita juga sering menemukan berita online yang judulnya negatif, hal itu pasti lebih membuat orang penasaran. Padahal dari isinya punya tujuan yang sama, yaitu untuk mempromosikan diri/produknya ^^

Diasarikan dari Kuliah via WhatsApp WWC TDA Perempuan Bandung 
Narasumber       : Muri Handayani. Owner Gerai RaZha & Sekolah Bisnis Online (SBO)
Moderator          : Hesty Lestari
Notulen               : Elis Maidah
Tanggal                 : 10 September 2015