Yuk, Belajar Akutansi

Financial literacy sangat bagus sekali. karena materi akuntansi yang biasanya diajarkan untuk mahasiswa akuntansi selama satu tahun. Bisa dijelaskan dengan sederhana hanya dalam dua hari. kalimat yang sering diulang-ulang dari pemateri adalah bahwa profit tidak sama dengan kas. profit itu adalah angka di akuntansi saja dan belum tentu ada uangnya. ini ada hubungannya dengan sistem yang digunakan dalam akuntansi yaitu akrual. untuk membantu pemahaman teman-teman yang akan ikut financial literacy besok, mungkin perlu diketahui dulu prinsip-prinsip akuntansi.
1. Jurnal berpasangan (double entry)
Prinsip jurnal berpasangan atau double entry mendasari pencatatan akuntansi. Memahami akuntansi jurnal berpasangan membantu analis laporan keungan karena akan membantu rekonstruksi transaksi usaha. Sistem jurnal berpasangan ini menggunakan dua catatan atas setiap transaksi usaha. Sebagai contoh, jika perusahaan Jabal meminjam 1000, maka baik aktiva (kas) maupun klaim terhadap aktiva (kewajiban) dicatat dalam jumlah yang sama. Dualisme dan keseimbangan ini berlaku untuk semua transaksi. Dengan demikina, kapanpun aktiva suatu perusahaan akan berjumlah sama dengan klaim dari kreditor dan setoran ekuitasnya. Dengan jurnal berpasangan, semua transaksi dicatat dan dikelompokkan melalui akun-akun. Laporan keuangan merupakan output data ringkas yang berasal dari akun-akun ini
2. Prinsip Biaya Historis (Historical Cost Principle)
Prinsip ini menghendaki digunakannya harga perolehan dalam mencatat aktiva, utang, modal dan biaya. Misalkan, pada saat kita hendak membeli buku terbitan Jabal, kita ditawari harga Rp 10.000,- setelah proses tawar menawar berjalan kita membeli laptop tersebut dengan harga Rp 9.000.- Dari kondisi di atas yang menjadi harga perolehan buku adalah Rp 9.000,- sehingga pada pencatatan kita yang muncul adalah angka Rp 9.000,-
3. Prinsip Pengungkapan Lengkap (Full Disclosure Principle)
Yang dimaksud dengan prinsip ini adalah menyajikan informasi yang lengkap dalam laporan keuangan. Hal ini diperlukan karena melalui laporan keuanganlah kita dapat mengetahui kondisi suatu perusahaan dan mengambil keputusan atas perusahaan tersebut. Apabila informasi yang disajikan tidak lengkap, maka laporan keuangan tersebut bisa menyesatkan para pemakainya.
 4. Akuntansi Akrual adalah suatu basis akuntansi di mana transaksi ekonomi dan peristiwa lainnya diakui, dicatat, dan disajikan dalam laporan keuangan pada saat terjadinya transaksi tersebut, tanpa memperhatikan waktu kas diterima atau dibayarkan. Pendapatan diakui pada saat penghasilan telah diperoleh (earned) dan beban atau biaya diakui pada saat kewajiban timbul atau sumber daya dikonsumsi. pengeluaran dan biaya-biaya yang diakui dan dibukukan pada periode tersebut berdasarkan pembayaran tunai serta pengeluaran/ penerimaan tidak tunai yang jatuh tempo pada periode tersebut. Contoh komponen biaya pada akuntansi akrual misalnya biaya penyusutan, biaya sewa, biaya dibayar di muka, biaya yang sudah jatuh tempo tapi pembayarannya belum diterima.
5. Materialitas (apa adanya) yaitu sejauh mana kelalaian mencantumkan atau kesalahan dalam penyajian informasi membuat penilaian orang yang menggunakan informasi tersebut berubah. Salah satu masalah dalam materialitas adalah kekuatiran bahwa pembuat laporan keuangan menggunakan hal ini untuk menghindari terbukanya informasi yang tidak diinginkan
6. Konservatif (hati-hati). Ini terkait dengan melaporkan pandangan yang paling tidak optimis saat menghadapi ketidakpastian pengukuran.
Hendra “Penerbit Jabal”
www.penerbitjabal.com
This entry was posted in Artikel Bisnis and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>